Tuesday, September 08, 2009

Kau yang slama ini tak lagi mampu ku dekati
Walau tlah kucoba agar dirimu dapat mengerti

Dan kala kuingin kesungguhan cinta darimu
Kau semakin jauh hilang bagaikan tertiup angin

Kau yang memberi terang kala mendung menghampiri
Ku salah menduga arti kehadiran dirimu

Kau bukan untukku mengapa ku smakin rindu
Salahkah diriku bila kuharapkan kau tahu tangis hatiku

Thursday, March 12, 2009

Mengapa aku yang terakhir dibias berita cintamu padanya
Adakah kita tak serupa serasi bersama tinggal ku tertanya

Senyumku yang dulu kau puja hilang mekarnya di senjakala
Permata kau memilih kaca hingga meledakkan hati yang setia

Di depanmu aku dijagamu dia
Di matamu aku di hatimu dia
Siang dan malamku terusan bertanya sampai bilakah engkau dengannya

Bila bulan berubah warna mimpi ngeri menjadi nyata
Sekali kuucap cinta untuk selamanya, Namun kau cuba untuk menduga asmara
Kau tahu aku kan terus setia

Adakah kita tak serupa serasi bersama kuterus tertanya

Sunday, January 04, 2009

Dik... aku pinta kau akan slalu setia
Dik... aku mohon kau slalu menemani
Saat ku tengah terluka
Kala ku tengah gundah

Reff:
Ku akan menjagamu
Di bangun dan tidurmu
Di semua mimpi dan nyatamu
Ku akan menjagamu
Tuk hidup dan matiku
Tak ingin, tak ingin kau rapuh

Dik...jangan engkau pergi tinggalkan aku
Dik...ingin aku cinta dan cinta slalu
Saat kau tengah terluka
Kala kau tengah gundah

Labels:

Friday, October 15, 2004

Biru laut hijau lumut menghias tanahmu
Gunung tinggi kabut putih lukiskan jati diri
Tak terasa aku tertegun memandang keindahan
Tak terasa aku berguman rasa kekagumanku padamu

Dipematang berkumandang nyanyi bocah-bocah
Rumput-rumput kembang bakung menari beriringan
Menciptakan suasana yang anggun mempesona
Misteri yang tak terpecah hijau tanah airku tercinta

Hujan rintik-rintik remang remang
Dan nyanyian angin menambambah kesyahduan
Biarkan tangan mengepal sebuah cita-cita
Di hatiku ada kata aku anak nusantara

Wednesday, May 19, 2004

BALADA TENTANG ANAK MANUSIA HIDUP PADA SUATU TEMPAT
DI MANA HATI KECILNYA TIDAK MENGHENDAKI DIA TINGGAL DI TEMPAT ITU


Dilorong sempit di sudut kota engkau berdiam
Remangnya lampu dan bau minuman terasa mencekam
Galak tawamupun terdengar sumbang menangis engkau di hati
Senjapun berlalu semakin kelam
Oh... Jamilah

Tangisan bayi di tenteram desa fatamorgana di benakmu
Kuningnya padi dan jangkrik bernyanyi terasa menipumu
Detik bahagiapun terlewat sudah tak sempat engkau tertegun
Terjerat engkau di hitamnya kota
Oh... Jamilah

Satu satu berlalu sudah laki dan kaum lelaki
Tak kuasa engkau berdusta tanpa kau sadari
Oh... Jamilah
Satu satu berlalu sudah laki dan kaum lelaki
Tak kuasa engkau hapus noda tanpa kau sadari
Oh... Jamilah

Wednesday, May 05, 2004

PEREMPUAN MALAM

Malam tunjuk pukul 2 .....
Emper tokoh kaki lima
duduk bersimpuh wanita tua
bersama orok perempuannya

Berbaju setengah nudis
itupun satu satunya
sandal usang sudah tipis
dipakai cukup setengahnya

Angin malam meniup dengan garang
dingin di badan menusuk tulang
menggigil badan perempuan tua
tapi semua itu tak dirasa

Lolong anjing di kejauhan
menyelinap dingin malam
orang lalu lalang tak hiraukan
dia bagai orang terbuang

Lalu pikiran di rasakan
lihat anaknya kedinginan
ingin hatinya membahagiakan
tapi bagai jangkau rembulan

Tuhan tunjukan jalan padanya
hambamu yang dalam sengsara
tuhan berikan terang padanya
supaya ia hidup selayaknya

Malam tunjuk pukul 3 ......

Thursday, April 08, 2004

Menanti Kasih Di Ujung Hari

Lama kumenanti kekasih di ujung hari
Puasku mencari sesuatu yg kekal ini
Dengan sepasang mata insan terlihat keindahan
Dengan sepasang mata insan tampak kelemahan

Keindahan itu pengakhiran rasa cinta
Kelemahan itu hilang penghayatan jiwa
Jadikan aku perindu yg menagih cintamu
Mengharapkan belaian kasih di sepanjang waktu
Dalam pelukan sinarmu selalu

Aku mengharapkan kaukan terima walaupun kutak punya apapun juga
Hanya hasrat ingin bersamamu
Ibarat air dengan salju beda pada nama kenyata'annya satu

Andainya aku di terima kan kuserahkan jiwaku
Akan kukorbankan apa saja walaupun nyawaku juga
Demi cintaku demi kasihmu akan kutunggu sepanjang waktu
Walau seribu tahun lamanya dugaan ini mencengkram jiwa